Skip to main content

Telkomsel telah kuasai 42 % pasar komunikasi seluler Indonesia.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno
Foto: MI/Panca Syurkani/rj
AdS.info - Pada Selasa, 26 April 2011 Telkomsel telah mengklaim memiliki pelanggan sebanyak 100 juta nomor. Seperti dilansir MI - "Pelanggan kami telah melampaui 100 juta nomor, ini menandai Telkomsel mampu memberikan tidak saja layanan dasar tetapi juga layanan komunikasi terbaru yang bersifat pribadi," kata Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, pada acara Capai 100 Juta Pelanggan, Telkomsel Menuju Era Beyond Telecommunication di Jakarta. Dengan demikian Telkomsel telah menguasai 42 % pasar komunikasi seluler di Indonesia, dengan asumsi dari 237.556.363 rakyat Indonesia (Wikipedia - sensus 2010), ada 100 juta rakyat Indonesia yang memiliki masing-masing 1 nomor Telkomsel, entah itu kartu Halo, Simpati, atau kartu As. 

Indonesia memiliki 8 perusahaan operator telekomunikasi seluler, (um...tapi sebenarnya hanya 7 karena Telkomsel sekarang sahamnya sudah dimiliki oleh Telkom) mereka adalah : Telkomsel, Indosat, Axita XL, AXIS, Three, Telkom Flexi, Mobile-8 Telecom Fren, dan Bakrie Telecom dengan Esia. Jika masing-masing individu rakyat Indonesia diwajibkan hanya memiliki 1 kartu (GSM/CDMA) saja, maka sisa pasar yang diperebutkan oleh 7 operator lainnya tinggal 137 juta-an atau tinggal sekitar 58 % pasar. Tapi apakah demikian keadaan sebenarnya? Saya menjawab tidak! Kenapa tidak? Karena pada kenyataannya 1 orang di Indonesia memiliki lebih dari 1 chip GSM atau CDMA. Jadi masih ada peluang untuk operator lain memimpin "pertandingan".

Tanda awas bagi Telkomsel, anda (baca: Telkomsel) senang dengan 100 juta pelanggan, tapi kualitas layanan anda semakin menurun. Saya pengguna setia kartu Halo sejak tahun 2003, dan saya mulai merasakan penurunan kualitas jaringan komunikasi dari Telkomsel. Sebagai contoh, sering dalam percakapan telephone terjadi ganguan hilang suara dalam selang beberapa detik, saya tidak bisa mendengarkan suara lawan bicara saya, tapi lawan bicara saya bisa mendengar suara saya, demikian sebaliknya. Hal tersebut sangatlah mengganggu, apalagi kalau sedang dalam percakapan bisnis, tentu ganguan itu bisa merugikan saya dan juga pelanggan Telkomsel yang lain. Pertama saya kira Hand Phone (HP) saya yang rusak, tapi ternyata hampir semua teman saya yang menggunakan layanan Telkomsel (Halo, Simpati dan As) mengeluhkan keadaan yang sama dengan yang saya alami.

Kalau Telkomsel memang benar-benar ingin menjadi pemenang, maka pikirkan juga kualitas layanan Telkomsel, karena bukan tidak mungkin 100 juta nomor pelanggan Telkomsel (berarti termasuk 4 nomor punya saya) akan ber-migrasi ke operator lain. Semoga belanja modal senilai US$1,1 miliar atau sekitar Rp10,9 triliun yang Telkomsel investasikan untuk peningkatan layanan broadband tidak akan sia-sia, dan saya sebagai konsumen akan menunggu perkembangan Telkomsel Menuju Era Beyond Telecommunication. (cgp/Manado)

Comments

Popular posts from this blog

Kamen Rider (21 Jenis Kamen Rider 1971 - 2010)

Manado - Dengan halaman blog membuatsaya bisa ngepost apa saja yang saya inginkan (sesuai norma, dan tidak mengandung unsur SARA tentunya) hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan salah satu serial kesukaan saya waktu masih SMP, yaitu serial "Satria Baja Hitam" atau nama aslinya "Kamen Rider Black". Berjalannya waktu, saya tidak lagi mengikuti perkembangan serial ini. Sampai hari ini saya baru tau kalo seri Kamen Rider sudah ada sejak tahun 1971. aduch qt blum lahir itu ..... 
Berterima kasih kepada wikipedia dan google, akhirnya saya bisa mengenal  ke-20 Kamen Rider dari episode pertama di tahun 1971, sampai episode di tahun 2009, dan yang terbaru Kamen Rider ke-21 yaitu "Kamen Rider OOO" 2010. Well...berikut saya sajikan ke-21 Kamen Rider yang saya kumpulkan dari pencarian di google images... selamat berkenalan ....

Gillette, pisau cukur terbaik di dunia!

AdS-info - Janggut atau kumis sudah pasti dimiliki oleh setiap pria di muka bumi ini. Adalah hormon testosteron yang menjadi penyebab dari semuanya itu. Akan tetapi tidak semua pria berjanggut, tapi semua pria pasti berkumis, itu karena alasan ras di mana pria itu terlahir, demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki. Misalnya pria Timur Tengah, Amerika, dan Eropa pasti memiliki janggut yang lebih lebat, ketimbang pria Asia dan Oseania. Juga tidak semua pria yang mau 'memelihara' janggut dan kumisnya. Itulah sebabnya kita mengenal yang namanya pisau cukur. Sedikit perkenalan tentang apa itu pisau cukur, berikut saya kutip dari Wikipedia: Pisau cukur atau silet adalah benda tajam berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua. Kata "silet" berasal dari nama dagang produk Gillette, yaitu nama belakang dari King Camp Gillette, pengusaha dari AS yang mencetuskan sistem pisau cukur sekali buang. Ia memulai praktik menjual alat cukur dengan murah kemudian mengambi…

Aniong Mama (Video dan lirik)

Courtesy: Youtube.com
Lirik :