Skip to main content

Difabel, mereka yang 'berkebutuhan khusus', mereka yang jawara.

Adadisini.info - Dari berbagai kelompok masyarakat yang ada di sekitar kita mereka yang memiliki kebutuhan khusus secara fisik adalah bagian yang tidak terpisahkan. Sebagian dari mereka tetap bertahan di tengah himpitan beban hidup, tapi tidak sedikit yang tetap menegakkan kepala mencoba memperoleh pengakuan dari sesama anggota masyarakat, bahkan dunia.

Badan kesehatan dunia, WHO menyebut bahwa ada 15 % penduduk dunia yang menyandang 'cacat' atau yang biasa kita sebut dengan difabel. Di Indonesia ada sekitar 37 juta saudara kita yang masuk kelompok difabel, dan bukan sebuah rahasia lagi bahwa jika Anda memiliki keterbatasan fisik di negeri ini, maka Anda harus siap terpinggirkan dari semua sektor kehidupan. Tetapi ketimbang pasrah dengan keadaan, sejumlah difabel menjawab dengan bukti bahwa mereka mampu mandiri dan bahkan berprestasi dengan keterbatasan yang ada.

Pada Paralympic London 2012, adalah pesta olah raga antar bangsa yang melibatkan atlet-atlet difabel dari seluruh penjuru dunia. Indonesia mengukir prestasi pertamanya. Indonesia sudah mengirimkan atletnya sejak tahun 1976 ke ajang tersebut, tetapi baru 36 tahun kemudian  atau pada tahun 2012 medali baru berhasil diraih oleh Indonesia melalui Dian David Michael Jacobs. David Jacobs berhasil meraih medali perunggu setelah menundukkan lawannya dari Spanyol José Manuel Ruiz Reyes dalam pertandingan semifinal di gedung Excel, London, medali pertama bagi Indonesia yang diraih anak bangsa yang mempunyai kekurangan secara fisik.

Stephanie Handojo (21 tahun), anak tunagrahita Indonesia pertama yang menjadi pembawa obor olimpiade London. Tentu bukan sembarang orang yang bisa tampil membawa obor olimpiade. Di seluruh dunia hanya 8000 orang yang terpilih untuk bermaraton secara estafet dengan jarak tempuh masing-masing 300 meter. Stephanie bergabung dalam kelompok anak-anak bersama 19 anak lainnya dari 20 negara Stephanie berlari sejauh 300 meter untuk kemudian menyerahkan secara estafet obor olimpiade London. Stephanie dipilih sebagai perwakilan dari Indonesia oleh lembaga dunia untuk anak, UNICEF dan British Council yang mengawasi langsung proses seleksi yang menekankan perolehan prestasi dan kesiapan fisik.

Perjuangan Stephanie telah membuktikan betapa setiap anak, apapun kondisinya akan mampu berprestasi jika saja diberikan kesempatan. "Teman-team tetap semangat ya, fanie ingin mengajak teman-teman untuk terus maju supaya bisa menjadi anak yang mandiri dan berprestasi." demikian pesan Stephanie kepada teman-teman yang sama dengan Stephanie, teman-teman yang "berkebutuhan khusus" dalam acara "Sudut Pandang" di Metro TV.

Selain kedua atlet difabel di atas, ada juga mereka yang mempunyai bakat di bidang lainnya. Adalah sebuah yayasan yang terletak di Cilandak, Jakarta Selatan, Yayasan Wisma Cheshire adalah sebuah tempat tinggal yang dihususkan bagi para difabel, dan ada banyak kisah di dalamnya. Hendra, seorang store manager "Red Feather". Seorang yang lumpuh karena terserang virus TBC tulang. Pernah putus asa, tapi kemudian bangkit dan menjadi sukses. Aneka jenis keterampilan diajarkan dan menjadi sumber penghidupan bagi para penghuni Wisma Cheshire. Edi Li, seorang yang mengalami Cerebral palsy (kelompuhan otak besar) tapi berprestasi dalam olah raga catur. Edi sempat terjun di kejuaraan catur setingkat kejurnas di Ternate pada tahun 2006, dimana dia berhadapan dengan peserta non difabel dan berhasil menjuarai kejuaraan tersebut.

Penghuni Wisma Cheshire, Foto: www.wismacheshire.com 

Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi keempat saudara kita di atas untuk maju dan sukses di bidang mereka masing-masing. Diskriminasi dari sebagian masyarakat yang ditujukan kepada mereka yang berkebutuhan khusus, yang  memandang mereka rendah dan tidak bisa apa-apa akan sangat merugikan bangsa kita di pentas dunia. Dian David Michael Jacobs dan Stephanie Handojo sudah membuktikan prestasi mereka di tingkat dunia, dan Indonesia bangga terhadap mereka.

Tanggal 3 Desember, hari ini merupakan International Day of Persons with Disabilities (hari difabel internasional) dan tulisan ini dipersembahkan bagi saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus di Indonesia, juga di seluruh dunia. Mari kita bersama menopang mereka dengan segala sumber daya, serta semangat dan bergandeng tangan untuk dunia yang lebih baik. (canal 81)        

* Foto Dian David Michael Jacobs: (ANTARA/Yudhi Mahatma)
* Foto Stephanie Handojo: (ANTARA/Zeynita Gibbons)
* Sumber: Metro TV, mata acara "Sudut Pandang bersama Fifi Aleyda Yahya" episode "Prestasi Tak Berbatas Diri."   
* Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/09/03/dian-david-michael-jacobs-raih-perunggu-tenis-meja  


Comments

Popular posts from this blog

Kamen Rider (21 Jenis Kamen Rider 1971 - 2010)

Manado - Dengan halaman blog membuatsaya bisa ngepost apa saja yang saya inginkan (sesuai norma, dan tidak mengandung unsur SARA tentunya) hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan salah satu serial kesukaan saya waktu masih SMP, yaitu serial "Satria Baja Hitam" atau nama aslinya "Kamen Rider Black". Berjalannya waktu, saya tidak lagi mengikuti perkembangan serial ini. Sampai hari ini saya baru tau kalo seri Kamen Rider sudah ada sejak tahun 1971. aduch qt blum lahir itu ..... 
Berterima kasih kepada wikipedia dan google, akhirnya saya bisa mengenal  ke-20 Kamen Rider dari episode pertama di tahun 1971, sampai episode di tahun 2009, dan yang terbaru Kamen Rider ke-21 yaitu "Kamen Rider OOO" 2010. Well...berikut saya sajikan ke-21 Kamen Rider yang saya kumpulkan dari pencarian di google images... selamat berkenalan ....

Gillette, pisau cukur terbaik di dunia!

AdS-info - Janggut atau kumis sudah pasti dimiliki oleh setiap pria di muka bumi ini. Adalah hormon testosteron yang menjadi penyebab dari semuanya itu. Akan tetapi tidak semua pria berjanggut, tapi semua pria pasti berkumis, itu karena alasan ras di mana pria itu terlahir, demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki. Misalnya pria Timur Tengah, Amerika, dan Eropa pasti memiliki janggut yang lebih lebat, ketimbang pria Asia dan Oseania. Juga tidak semua pria yang mau 'memelihara' janggut dan kumisnya. Itulah sebabnya kita mengenal yang namanya pisau cukur. Sedikit perkenalan tentang apa itu pisau cukur, berikut saya kutip dari Wikipedia: Pisau cukur atau silet adalah benda tajam berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua. Kata "silet" berasal dari nama dagang produk Gillette, yaitu nama belakang dari King Camp Gillette, pengusaha dari AS yang mencetuskan sistem pisau cukur sekali buang. Ia memulai praktik menjual alat cukur dengan murah kemudian mengambi…

Aniong Mama (Video dan lirik)

Courtesy: Youtube.com
Lirik :