Skip to main content

Blogger menyuarakan damai

Adadisini.info - Tahun 2012 sampai awal tahun 2013 hubungan Indonesia dan Malaysia, dua negara serumpun memanas akibat beberapa klaim budaya oleh pemerintah Malaysia. Masih segar di ingatan kita semua tentang perilaku pemerintah Malaysia yang mengklaim lagu Rasa Sayangnge, batik, dan reog. Seruan ganyang Malaysia pun menyeruak di kalangan rakyat Indonesia. Laskar-laskar dari berbagai daerah pun siap untuk dikirim ke perbatasan untuk bertempur membela martabat bangsa. Demikian panasnya media-media nasional membahas isu ini membuat rakyat Indonesia semakin panas, apalagi di ibu kota Jakarta. Perang socmed (social media) pun sudah lebih dahulu dimulai. Tweet-tweet dan status-status Facebook pun bertebaran dengan hujatan dan makian saling menyerang kedua negara serumpun itu. Akan tetapi beda yang terjadi di perbatasan, jauh panggang dari api, demikian yang dapat digambarkan. Blogger menyuarakan damai.

Cerita dari perbatasan: -- Sejenak pikiran dan ingatan saya melayang pada peristiwa beberapa bulan silam, saat berkunjung ke satu kawasan perbatasan antara Kalimantan Barat dengan Malaysia.

“Yang berhadapan langsung dengan Malaysia itu kami yang tinggal di sini, bukan orang Jakarta sana,” ucap seorang teman yang saya kunjungi di Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Dari kampungnya itu, hanya perlu kurang dari 30 menit naik sepeda motor melalui jalan tanah untuk sampai ke kawasan Sarawak, Malaysia Timur. Dia menyayangkan syahwat perang orang Jakarta (untuk menyebut pihak-pihak yang jauh dari perbatasan) yang begitu besar untuk membangkitkan kembali spirit ganyang Malaysia.

“Saat orang Jakarta menyerukan perang dengan Malaysia, kami malah bekerja bersama di ladang, makan minum di rumah panjang,” tutur sahabat saya itu.

Maklum, teman saya itu, dari sub etnik Dayak Iban. Suku yang sama dengan sebagian warga negara Malaysia yang tinggal di kawasan Sarawak. Dulunya sebelum garis khayal negara membatasi kawasan itu, orang Iban di kawasan ini sudah lebih dulu hidup turun-temurun dalam komunitas dengan aktivitas yang sama dan tak terpisahkan.

Ketika warga Malaysia dari etnik Iban berladang, budaya gotong-royong yang diwariskan sejak zaman nenek moyang masih berlaku. Artinya, keluarga mereka dari kawasan Badau (yang notabene adalah wilayah Indonesia) dan sekitarnya yang juga orang Iban, membantu mereka mengerjakan ladang. Saling bantu dalam mengerjakan ladang adalah hal biasa di hampir sub etnik Dayak seantero Kalimantan!

Jadi, kerjasama atau gotong-royong mengerjakan ladang antara orang Iban di Malaysia dengan iban di Indonesa sulit dilihat sebagai kerjasama G to G, tentu saja, namun lebih pada hubungan antar komunitas homogen.

“Kalau ada seruan perang, siapa yang harus kami bunuh? Keluarga-keluarga kami yang kebetulan berada di sebelah sana batas negara, yang terpisahkan oleh teritorial ini?” lagi sembur sahabat saya tadi.

Dia menyambung, “Hanya batas negara yang membuat kami terpisah. Jiwa kami tetap sama, sebagai orang-orang Iban dengan tradisi perladangan dan budaya yang sama.”

Ini sekaligus jawaban terhadap panasnya “ajakan perang” saat Malaysia dituduh mencaplok budaya Indonesia, ketika ada iklan made in Malaysia yang menampilkan tari-tarian Dayak. Bukankah tarian etnik Dayak yang mereka tampilkan dalam iklan tersebut, adalah juga milik warga mereka sendiri?

“Ndak bisa kita apa-apain itu. Kami ini masih satu rumpun, tarian mereka ya tarian kami juga,” komentar seorang tokoh Dayak Kayaan di Pontianak, Dr Aloysius Mering, yang waktu itu saya mintai pendapat.

Demikian kisah dari Severianus Endi yang ditulisnya di media borneoblogger.org yang diberi judul 'Malaysia is My Friend.' The Power of Blog Media kembali lagi mengkukuhkan kekuatannya. Ketika media mainstream memberitakan sudut pandang yang 'panas' Blogger hadir menyuarakan fakta di lokasi yang tanpa dibumbui dengan kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok. Namun tidak dapat dipungkiri, bisa juga terjadi sebaliknya. Blog bagaikan pedang bermata dua, mungkin istilah 'man behind the gun' cocok untuk menggambarkannya. Blog hanya tools, kita sebagai user atau pengguna harus bijak dalam memanfaatkan kekuatan teknologi Blog dan media internet ini. Blogger menyuarakan damai. (canal-81)

Comments

Popular posts from this blog

Kamen Rider (21 Jenis Kamen Rider 1971 - 2010)

Manado - Dengan halaman blog membuatsaya bisa ngepost apa saja yang saya inginkan (sesuai norma, dan tidak mengandung unsur SARA tentunya) hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan salah satu serial kesukaan saya waktu masih SMP, yaitu serial "Satria Baja Hitam" atau nama aslinya "Kamen Rider Black". Berjalannya waktu, saya tidak lagi mengikuti perkembangan serial ini. Sampai hari ini saya baru tau kalo seri Kamen Rider sudah ada sejak tahun 1971. aduch qt blum lahir itu ..... 
Berterima kasih kepada wikipedia dan google, akhirnya saya bisa mengenal  ke-20 Kamen Rider dari episode pertama di tahun 1971, sampai episode di tahun 2009, dan yang terbaru Kamen Rider ke-21 yaitu "Kamen Rider OOO" 2010. Well...berikut saya sajikan ke-21 Kamen Rider yang saya kumpulkan dari pencarian di google images... selamat berkenalan ....

Gillette, pisau cukur terbaik di dunia!

AdS-info - Janggut atau kumis sudah pasti dimiliki oleh setiap pria di muka bumi ini. Adalah hormon testosteron yang menjadi penyebab dari semuanya itu. Akan tetapi tidak semua pria berjanggut, tapi semua pria pasti berkumis, itu karena alasan ras di mana pria itu terlahir, demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki. Misalnya pria Timur Tengah, Amerika, dan Eropa pasti memiliki janggut yang lebih lebat, ketimbang pria Asia dan Oseania. Juga tidak semua pria yang mau 'memelihara' janggut dan kumisnya. Itulah sebabnya kita mengenal yang namanya pisau cukur. Sedikit perkenalan tentang apa itu pisau cukur, berikut saya kutip dari Wikipedia: Pisau cukur atau silet adalah benda tajam berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua. Kata "silet" berasal dari nama dagang produk Gillette, yaitu nama belakang dari King Camp Gillette, pengusaha dari AS yang mencetuskan sistem pisau cukur sekali buang. Ia memulai praktik menjual alat cukur dengan murah kemudian mengambi…

Aniong Mama (Video dan lirik)

Courtesy: Youtube.com
Lirik :