Skip to main content

Mengenal Oplah, Rating, dan Page Rank.

Adadisini.info - Howdy,.. Apa itu Oplah, Rating, dan Page Rank? Kali ini saya akan membagikan membahas (secara sederhana) tentang Oplah, Rating, dan Page Rank, yang merupakan 'nafas hidup' bagi media. Sebelum lebih jauh, sebaiknya kita ketahui dahulu apa itu media.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan media sebagai alat, alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, (internet/online-Red); yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dan sebagainya). Oplah, Rating, dan Page Rank, yang merupakan nafas media itu, semuanya didapat atau diukur dengan yang namanya statistik.

Apa itu statistik? Kembali lagi, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), statistik adalah catatan angka-angka (bilangan); perangkaan; data yang berupa angka yang dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi informasi yg berarti mengenai suatu masalah atau gejala. -- gejala baik atau buruk, dalam konteks perkembangan media itu sendiri. Sedikit sejarah tentang statistik, Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai "ilmu tentang negara (state)".

Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi "ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data". Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Sederhananya, statistik digunakan untuk menghitung berapa besar Oplah, Rating, dan Page Rank. dari satu media (online, cetak, televisi).

Ada 237 juta pupulasi manusia di Indonesia dan 6 miliar lebih (sekitar 7 miliar populasi manusia di bumi) populasi dunia membutuhkan informasi dan hiburan, dan itu merupakan pasar bagi media. Dua kata, simbiosis mutualisme, itulah kita manusia, saling membutuhkan. Seperti definisi dari media di atas, maka media ada di tengah untuk menghubungkan antara industri ataupun lembaga dan perorangan (pengiklan) dengan konsumen (pemirsa/pembaca), dan itulah sebabnya mengapa ada iklan.

Media (selain TVRI dan RRI), sangat membutuhkan iklan untuk menghidupi mereka, dan bagaimana industri ataupun lembaga dan perorangan tersebut bisa mengetahui informasi yang ingin mereka sebarkan dapat diterima oleh sebanyak-banyaknya orang, maka Oplah, Rating, dan Page Rank adalah alat ukur bagi industri ataupun lembaga dan perorangan untuk menilai si media, apakah layak dibayar tinggi atau tidak.

Oplah 

Media cetak menggunakan oplah untuk mengukur seberapa besar pembaca yang membeli produk (koran, majalah, tabloid) mereka. Oplah memberikan informasi tentang berapa jumlah barang cetakan yg diedarkan. Dan semakin banyak oplah, maka semakin mahal harga untuk beriklan di media tersebut. 

Rating

Rating Program televisi adalah rata-rata pemirsa pada program tertentu yang dinyatakan sebagai persentase dari kelompok sampel atau potensi total. Angka Rating Program didasarkan atas unit waktu terkecil 1 menit. Semakin tinggi rating, maka semakin mahal harga iklannya. Nah timbul pertanyaan, bagaimana cara media televisi mendapatkan data rating untuk diberikan kepada industri ataupun lembaga dan perorangan yang akan memasang iklan di televisi mereka? Bagaimana siaran yang dipancarkan melalui gelombang radio (UHF, VHF, Satelit) ke berbagai penjuru bisa diambil datanya, siapa, dan berapa banyak yang menonton program dari televisi itu? Bagaimana pengambilan data kepemirsaan televisi itu dilakukan? 

Cara penghitungan rating televisi adalah memakan sistem TAM (Television Audience Measurement) Pesawat-pesawat TV dan peralatan lain yang dihubungkan dengan TV, misalnya DVD player, Play Station, dll di masing-masing rumah panel dipantau secara elektronik oleh sistem Peoplemeter. Masing-masing anggota rumah tangga diberikan sebuah tombol khusus pada handset Peoplemeter (misalnya tombol 1 untuk Ayah, tombol 2 untuk Ibu, dsb). Anggota rumah tangga diminta untuk menekan tombol handset pada saat menonton TV, dan menekan kembali ketika selesai menonton. 

Pengambilan data dilakukan melalui dua sistem, yaitu online dan offline. Pada sistem online, data diambil setiap malam melalui sistem telepon yang diset secara otomatis dan dihubungkan dengan sistem pengolahan data sentral di kantor AGB Nielsen Media Research. Sistem online ini dilakukan untuk penarikan data harian (daily rating) di kota Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan rumah panel yang masih offline di kota lainnya akan didatangi petugas Liaison Officer untuk mengganti modul (alat perekam data) setiap hari Minggu untuk data kepemirsaan hari Minggu hingga Sabtu pada minggu sebelumnya. Jadi, Semakin besar nilai rating yang didapat, maka semakin tinggi juga harga untuk beriklan di media televisi tersebut. 

Page Rank

PageRank adalah sebuah algoritma yang telah dipatenkan yang berfungsi menentukan situs web mana yang lebih penting/populer. PageRank merupakan salah satu fitur utama mesin pencari Google dan diciptakan oleh pendirinya, Larry Page dan Sergey Brin yang merupakan mahasiswa Ph.D. Universitas Stanford. Sebuah situs akan semakin populer jika semakin banyak situs lain yang meletakkan link yang mengarah ke situsnya, dengan asumsi isi/content situs tersebut lebih berguna dari isi/content situs lain. PageRank dihitung dengan skala 1-10. Contoh: Sebuah situs yang mempunyai Pagerank 9 akan di urutkan lebih dahulu dalam list pencarian Google daripada situs yang mempunyai Pagerank 8 dan kemudian seterusnya yang lebih kecil. Jadi semaikin besar nilai pagerank, maka akan semakin mahal nilai tempat iklan di laman tersebut. 

Demikian mengapa Oplah, Rating, dan Page Rank merupakan sesuatu yang diagung-agungkan media, dan tidak jarang ada media yang menghalalkan segala cara untuk membuat Oplah, Rating, dan Page Rank mereka melambung tinggi, meskipun apa yang mereka sajikan sudah tidak sesuai norma dan keseopanan. Oplah, Rating, dan Page Rank memang sesuatu yang penting, tapi lebih penting lagi jika media menjadi salah satu pilar yang membangun peradaban manusia yang sehat. (iGrafen)

* Sumber: Wikipedia, aznas.blogspot.com

 Produksi adadisini.info 2013

Comments

  1. info yang menarik shop, jangan lupa kunjungi balik ya (h)

    ReplyDelete
  2. good information ..
    online marketing problems ...
    success always gan ..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kamen Rider (21 Jenis Kamen Rider 1971 - 2010)

Manado - Dengan halaman blog membuatsaya bisa ngepost apa saja yang saya inginkan (sesuai norma, dan tidak mengandung unsur SARA tentunya) hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan salah satu serial kesukaan saya waktu masih SMP, yaitu serial "Satria Baja Hitam" atau nama aslinya "Kamen Rider Black". Berjalannya waktu, saya tidak lagi mengikuti perkembangan serial ini. Sampai hari ini saya baru tau kalo seri Kamen Rider sudah ada sejak tahun 1971. aduch qt blum lahir itu ..... 
Berterima kasih kepada wikipedia dan google, akhirnya saya bisa mengenal  ke-20 Kamen Rider dari episode pertama di tahun 1971, sampai episode di tahun 2009, dan yang terbaru Kamen Rider ke-21 yaitu "Kamen Rider OOO" 2010. Well...berikut saya sajikan ke-21 Kamen Rider yang saya kumpulkan dari pencarian di google images... selamat berkenalan ....

Gillette, pisau cukur terbaik di dunia!

AdS-info - Janggut atau kumis sudah pasti dimiliki oleh setiap pria di muka bumi ini. Adalah hormon testosteron yang menjadi penyebab dari semuanya itu. Akan tetapi tidak semua pria berjanggut, tapi semua pria pasti berkumis, itu karena alasan ras di mana pria itu terlahir, demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki. Misalnya pria Timur Tengah, Amerika, dan Eropa pasti memiliki janggut yang lebih lebat, ketimbang pria Asia dan Oseania. Juga tidak semua pria yang mau 'memelihara' janggut dan kumisnya. Itulah sebabnya kita mengenal yang namanya pisau cukur. Sedikit perkenalan tentang apa itu pisau cukur, berikut saya kutip dari Wikipedia: Pisau cukur atau silet adalah benda tajam berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua. Kata "silet" berasal dari nama dagang produk Gillette, yaitu nama belakang dari King Camp Gillette, pengusaha dari AS yang mencetuskan sistem pisau cukur sekali buang. Ia memulai praktik menjual alat cukur dengan murah kemudian mengambi…

Aniong Mama (Video dan lirik)

Courtesy: Youtube.com
Lirik :