Skip to main content

Tiga cara untuk mati dengan gunung berapi


Tiga cara untuk mati dengan gunung berapi. Gunung api aktif merupakan tempat yang sangat berbahaya bagi manusia. Letusannya bisa menyapu bersih sebuah kota dan dapat membinasakan banyak sekali orang.

Kejadian yang pernah terjadi di kota Pompeii, Roma pada tahun 79 Masehi menjadi suatu peringatan akan betapa dahsyatnya letusan dari gunung Vesuvius yang merenggut ribuan nyawa dan mengawetkan mayat mereka tepat di mana mereka meninggal. Tapi kejadian waktu itu bukanlah diakibatkan oleh aliran lahar yang sangat panas, tetapi sesuatu yang tidak biasa. Lahar hanya mengalir dengan pelan dari kawah letusan gunung berapi, tapi dengan temperatur yang sangat panas dia juga bisa menghancurkan serta membinasakan semua yang dilaluinya. Namun apa sebenarnya yang membunuh ribuan warga Pompeii? Itulah yang paling menakutkan dari gunung berapi.

Berikut tiga cara untuk mati dengan gunung berapi:


 

1. Terpanggang oleh aliran awan panas atau gas dari gunung api.

Kehancuran kota Pompeii, di Roma terjadi pada tanggal 24 Agustus tahun 79 Masehi ketika gunung Vesuvius meletus dengan dahsyatnya, dan melepaskan gelombang awan panas bercampur debu vulkanik dan bebatuan (pyroclastic flows) dengan kecepatan seperti badai, diperkirakan lebih dari 700 kilometer per jam.

Gelombang pyroclastic pertama turun di sekitar Herculaneum (saat ini Ercolano, sebuah kota yang berada di Provinsi Naples, Campania di selatan Italia) dengan temperatur mencapai 500 derajat Celcius. Panas yang membakar itu cukup untuk mendidihkan otak manusia dan dalam seketika membuat daging manusia menguap, sehingga hanya menginggalkan tulang belulang manusia yang gosong.

Namun, bagaimana warga Pompeii meninggal, telah menjadi misteri selama beberapa abad lamanya. Tapi para ahli vulkanologi saat ini telah menemukan alasan mengapa mereka sampai terbunuh, itu semua diakibatkan oleh aliran susulan dari gelobang pyroclastic.

Gelombang pyroclastic yang mencapai kota Pompeii diperkirakan jauh lebih dingin dari yang terjadi di sekitar Herculaneum, jadi walaupun tubuh korban tetap utuh, namun panas 'memanggang' daging mereka dalam seketika. Kemudian tubuh mereka terawetkan dengan material abu vulkanik yang menghujani tempat itu, dan beberapa dari jasad-jasad tersebut masih bisa kita dapati di kota Pompeii saat ini.

Gelombang pyroclastic bisa dibilang sebagai yang paling mematikan dalam sebuah letusan gungung api, karena gelombang pyroclastic dapat menjangkau jarak sampai beberapa mil jauhnya dari kawah letusan, dan kita mustahil untuk lari darinya jika kita tidak dievakuasi pada saat yang tepat.

2. Terkubur dalam aliran lahar dingin.

Letusan gunung api juga bisa menimbulkan bahaya banjir lahar dingin. Belum terlalu lama di Indonesia, ketika gunung Merapi di pulau Jawa meletus, media massa santer memberitakan tentang bahaya lahar dingin. Pernah terjadi di Kolombia, pada tahun 1985 ketika gunung Nevado del Ruiz meletus, awan panas yang keluar dari kawah letusan kemudian mencairkan lapisan es (glaciers) di gunung itu dan meluncurkan campuran lahar, abu vulkanik, lumpur dan batu-batu besar yang melaju dengan kecepatan 60 kilometer per jam, dan membunuh lebih dari 20.000 orang di kota Armero.

3. Tercekik dengan gas beracun.

Aliran awan panas dan lahar dingin merupakan kejadian yang dramatis, namun gunung api juga bisa menjadi "silent killers." Ketika sebuah gunung api berada di bawah sebuah danau, gas yang ditimbulakan dari magma bisa keluar dari kerak-kerak kulit bumi dan kemudian terjebak di bawah air sebagai karbon dioksida.

Gerakan besar dari gempa bumi atau juga bisa dari getaran tanah longsor besar, bisa mengakibatkan karbon dioksida yang terjebak di bawah air naik ke permukaan danau - kejadian yang sangat langka tapi hal itu bisa sangat mematikan, kejadian seperti itu dinamakan letusan 'limnic.'

Salah satu dari (hanya) dua letusan limnic yang tercatat sejarah terjadi di Kamerun pada tahun 1986. Sebuah tanah longsor terjadi di danau Nyos yang mengakibatkan 'terganggunya' keadaan di dasar danau yang ternyata merupakan kawah sebuah gunung api yang tidak aktif.

Lebih dari 80 juta kubik meter karbon dioksida yang terlepas ke permukaan danau dan naik ke desa-desa sekitar; kurang lebih 1.700 orang, ribuan satwa dan ternak yang terkena dampak, mereka tercekik oleh gas tersebut.  

Tiga cara untuk mati yang 'disediakan' alam bagi kita manusia. Setiap kita pasti akan mati, tapi bagaimana cara kita mati tidak ada yang tahu. Selama kita hidup jangan sia-siakan waktu kita dengan hal-hal yang negatif dan merusak. Berkaryalah dengan sebaik-baiknya untuk orang banyak, dengan demikian membuat diri kita, jiwa kita, menjadi lebih bahagia. Selebihnya serahkan ke dalam tangan Tuhan Sang Pencipta semesta alam. (canal81)


Sumber: BBC

Produksi adadisini.info 2013 

Comments

Popular posts from this blog

Kamen Rider (21 Jenis Kamen Rider 1971 - 2010)

Manado - Dengan halaman blog membuatsaya bisa ngepost apa saja yang saya inginkan (sesuai norma, dan tidak mengandung unsur SARA tentunya) hari ini, entah kenapa tiba-tiba saya teringat dengan salah satu serial kesukaan saya waktu masih SMP, yaitu serial "Satria Baja Hitam" atau nama aslinya "Kamen Rider Black". Berjalannya waktu, saya tidak lagi mengikuti perkembangan serial ini. Sampai hari ini saya baru tau kalo seri Kamen Rider sudah ada sejak tahun 1971. aduch qt blum lahir itu ..... 
Berterima kasih kepada wikipedia dan google, akhirnya saya bisa mengenal  ke-20 Kamen Rider dari episode pertama di tahun 1971, sampai episode di tahun 2009, dan yang terbaru Kamen Rider ke-21 yaitu "Kamen Rider OOO" 2010. Well...berikut saya sajikan ke-21 Kamen Rider yang saya kumpulkan dari pencarian di google images... selamat berkenalan ....

Gillette, pisau cukur terbaik di dunia!

AdS-info - Janggut atau kumis sudah pasti dimiliki oleh setiap pria di muka bumi ini. Adalah hormon testosteron yang menjadi penyebab dari semuanya itu. Akan tetapi tidak semua pria berjanggut, tapi semua pria pasti berkumis, itu karena alasan ras di mana pria itu terlahir, demikianlah Tuhan menciptakan laki-laki. Misalnya pria Timur Tengah, Amerika, dan Eropa pasti memiliki janggut yang lebih lebat, ketimbang pria Asia dan Oseania. Juga tidak semua pria yang mau 'memelihara' janggut dan kumisnya. Itulah sebabnya kita mengenal yang namanya pisau cukur. Sedikit perkenalan tentang apa itu pisau cukur, berikut saya kutip dari Wikipedia: Pisau cukur atau silet adalah benda tajam berupa lempengan baja kecil dan tipis, biasanya bermata dua. Kata "silet" berasal dari nama dagang produk Gillette, yaitu nama belakang dari King Camp Gillette, pengusaha dari AS yang mencetuskan sistem pisau cukur sekali buang. Ia memulai praktik menjual alat cukur dengan murah kemudian mengambi…

Aniong Mama (Video dan lirik)

Courtesy: Youtube.com
Lirik :